Awareness
Mengasah kecerdasan Spiritual
Mengasah kecerdasan Spiritual
Bagi praktisi Inti Jagat Spirit yang sudan rajin latihan dan praktek Meditasi Inti Jagat Baik Meditasi Suwung ataupun Meditasi Asma'ul Alam. Maka sudah semestinya Feel Suwung & Feel Hadirnya Tuhan sudah dapat merasakannya dan sudah dapat mengakses rasa itu kapan saja & dimana saja.
Apa?
Masih belum?
Ya, yang rajin latihan & praktek. Sampai menemukan Feel-nya.
Nah, jika Feel itu sudah dapat anda akses kapanpun & dimanapun saja. Maka anda juga dapat mempraktekkan Tekhnik Inti Jagat Awareness.
2 TEKHNIK INTI JAGAT AWARENESS
Tekhnik 1, JEDA
• A. Jeda Awareness.
• B. Jeda Ambil Cuti
Tekhnik 2, Hurip Sadar
• Cara 1, Suwung in Real Life
• Cara 2, Sibghotullah
••• A. MAKNA HIDUP
••• B. ZIKIR & HADIR
• A. Jeda Awareness.
• B. Jeda Ambil Cuti
Tekhnik 2, Hurip Sadar
• Cara 1, Suwung in Real Life
• Cara 2, Sibghotullah
••• A. MAKNA HIDUP
••• B. ZIKIR & HADIR
Tekhnik 1, Jeda Awareness.
- Di sela-sela aktivitas rutin anda.
- Untuk sejenak, Stop beraktifitas. Dan ambil posisi tubuh yang nyaman. Boleh duduk, berdiri, bersandar di dinding, tiduran, dll.
- Kemudian Tarik Nafas yang dalam & hembuskan perlahan. Ulangi 3x.
- Turunkan irama nafas & detak jantung.
- Akses Feel Kesadaran Suwung atau Feel Kesadaran Asma'ul Alam ( Inti Jagat )
- Nikmati kondisi itu, minimal selama 1 menit.
- Selesai, lanjutkan aktifitasnya.
Jeda 2, Ambil Cuti
Berikan periode istirahat atau libur saat mempraktekkan tekhnik atau ilmu apapun. Misalnya, anda sedang praktek Inti Jagat Telepati. Maka, setelah praktek dalam periode waktu tertentu (misal, sudah 7 hari). Maka beri waktu 1 hari untuk libur.
Ketika anda sedang mempraktekkan berbagai ilmu & Tekhnik berbasis Potensi Bawah Sadar dan Daya Batin, seperti ilmu Inti Jagat Spirit. Maka, beri jeda untuk periode waktu praktek anda. Jangan praktek terus menerus sampai sepanjang tahun tanpa libur, misalnya.
Why?
Agar power ilmu anda tidak batal. Dan menjadi keinginan yang hanya ditenagai oleh pikiran sadar. Dan sudah terlepas dari Power bawah sadar.
Saat anda terlalu Ngotot, ngeyel, ambisi, dan sangat bernafsu. Saat itu yang bermain adalah pikiran sadar. Bukan pikiran bawah sadar. Maka ambil jeda. Istirahat sejenak. Ambil Cuti, libur.
Setelah cuti, barulah anda boleh praktek lagi. Sehingga kelangsungan Pasokan energi Daya dari Bawah Sadar akan terus lestari, terjaga, & Full Power.
Tekhnik 2, Hurip Sadar
Cara 1, Suwung in Real Life
Dalam melakukan aktifitas atau kerja apapun. Fokuskan pikiran hanya pada apa yang sedang anda lakukan.
Jika perlu lakukan self talk seperti ini.
Contoh
- Saat ini, di sini, aku sedang mandi.
- Saat ini, di sini, aku sedang masak.
- Saat ini, di sini, aku sedang belajar ilmu KunQi Spirit.
- Saat ini, di sini, aku sedang belanja kebutuhan dapur.
- dll.
Lakuan aktivitas anda dengan sepenuh kesadaran, dan nikmati pekerjaan itu secara sadar sesadar-sadarnya. Fokus pada apa yang dikerjakan. Dan abaikan berbagai lintasan pikiran & perasaan yang mengganggu.
Cara 2, Sibghotullah
A. MAKNA HIDUP
Dapatkan Makna yang lebih dalam dan lebih luas atas apa yang anda lakukan.
Contoh :
- Saat ini, di sini, aku sedang memasak. Untuk memberikan asupan gizi yang baik bagi anak-anak dan suamiku. Sehingga mereka mampu beribadah kepada Tuhan dengan baik. Dan mampu menjadi manusia yang sehat & kuat.
- dll.
Banyak orang merasakan kehidupannya hanyalah sesuatu yang sia-sia, tiada arti dan tiada guna.... Padahal soal makna hidup, bukanlah soal siapa kita dan apa yang sudah kita lakukan... Tetapi soal bagaimana kita memandang dan memaknai itu semua...
Bukankah banyak orang besar dan sukses, ternyata akhirnya merasakan kehidupannya kosong belaka...
Untuk menjadikan kehidupan kita ini menjadi kehidupan yang penuh arti dan makna, bukanlah soal siapa kita, apa yang sudah kita lakukan, dan apa yang sudah kita capai...... Tetapi soal bagaimana kita memandang dan memaknai itu semua...
Ketika saya menulis mengenai MAKNA HIDUP, ada sahabat yang bertanya begini : "Cara memaknainya itu bagaimana pak...?"
Untuk menjawab pertanyaannya, berikut ini ada kisah inspiratif tentang tiga orang tukang batu yang sedang membangun sebuah bangunan. Rencananya akan menjadi “icon” dari sebuah kota.
Saat ditanyakan kapada mereka bertiga : “Apa yang sekarang sedang Anda kerjakan?”
Tukang batu – 1 menjawab:
“Saya sedang menyusun batu bata ini, menyemen, dan membangun sebuah sisi dinding dari satu bangunan, yang jadi bagian pekerjaan saya, sesuai dengan arahan pengawas (mandor) pekerjaan kepada saya tadi pagi.”
Tukang batu – 2 menjawab:
“Saya tidak peduli apa yang saya kerjakan pada saat ini, asal saja saya mendapatkan bayaran dari apa yang saya kerjakan saat ini.”
Tapi, tukang batu – 3 menjawab:
“Saya saat ini sedang mendapat kepercayaan besar dari Pak Walikota. Karena saat ini saya bersama teman–teman sekerja yang lain, sedang membangun satu bangunan yang terindah dan termegah di kota ini, yang pada saat bangunan ini selesai nantinya, bangunan ini akan jadi “icon baru” untuk kota kami ini.”
Nah, 3 orang tersebut dan juga kita semua. Pasti punya arti dan makna untuk setiap aspek dalam kehidupan kita. Dan semua makna tersebut sangat dipengaruhi oleh Visi Misi dan juga persepsinya terhadap kehidupan.
Ada yang memberikan makna secara sederhana berdasarkan motif kebutuhan jasadnya, dan adapula yang memberikan makna secara luar biasa berdasarkan motif kesadaran kesemestaannya. Dan sebagaimana kita memaknainya, maka sebagaimana itu pula makna hidup kita.
Tukang batu pertama memberi jawaban yang REALISTIS. Memang betul, ia sedang meletakkan batu-batu, Itulah rutinitas pekerjaannya, Jawaban ini menggambarkan perasaannya yang lelah dan bosan.
Tukang batu kedua memberi jawaban yang PRAGMATIS. Tiap orang perlu makan agar dapat SURVIVE dalam kehidupan ini, Sebab itu, dia perlu bekerja mencari uang agar dapat memenuhi kebutuhannya.
Tukang batu ketiga memberi jawaban yang VISIONER. Jawabannya terdengar seperti membual, namun mengandung visi yang jauh ke depan. Ia menyadari bahwa ia hanya tukang batu, namun ia memandang pekerjaannya bukan hanya sekadar meletakkan batu dan bukan pula sekadar mencari uang. Ia melihat dirinya sebagai bagian dari suatu pekerjaan besar yang akan melintasi sekian banyak Generasi.
Dari jawaban Tukang Batu Pertama terlihat jelas, bahwa dia memandang Jati Dirinya sendiri tidak lebih dari sebuah mesin. Yang bekerja secara tekhnis sesuai dengan program yang sudah diberikan padanya.
Sedangkan Tukang Batu Kedua, jika dilihat dari jawabannya. Maka dia memandang dirinya tidak lebih mulya dari hewan. Hidup hanya sekedar untuk berkembang biak, bersenang-senang, dan mempertahankan hidup.
Sedangkan Jawaban Tukang Batu Ketiga, menunjukkan bahwa dia sudah menemukan jati dirinya sebagai MANUSIA yang sadar akan PERAN dan TUGAS nya dalam kehidupan ini. Dan sadar akan VISI HIDUP yang menjadi pedoman hidup yang akan menuntun ke mana arah hidupnya yang sesungguhnya.
Yang dikerjakan sama, di tempat yang sama, dalam waktu yang juga sama. tapi level kesadaran orang yang mengerjakannya bisa berbeda.
Itulah Perbedaan yang membedakan antara orang yang sudah menemukan jati dirinya dan yang belum.
Dan perbedaan level kesadaran inilah yang nantinya akan menentukan Kemulyaan dan kualitas hidup dari orangnya masing-masing di masa yang akan datang.
Dia yang sudah menemukan Jati Diri nya, akan senantiasa berada dalam level kesadaran yang tinggi (The Wisdom). Dia Sadar akan PERAN, TUGAS, & VISI HIDUP yang dia miliki,
Hidupnya penuh dengan Inspirasi serta Vitalitas yang seolah-olah bersifat Unlimited. Dan bertindak serta berkarya untuk sebuah tujuan yang Mulya, baik bagi dirinya sendiri ataupun bagi umat manusia.
Kenali DIRI SEJATI anda, dan temukan JALAN SUKSES SEJATI ANDA.
Apakah hidup kita berarti atau tidak, itu tergantung setinggi apa kita melekatkan makna padanya.....
Sesuatu itu menjadi biasa-biasa saja atau Luar Biasa, itu sepenuhnya tergantung bagaimana kita dalam mensikapi kejadian yang dialami dan bagaimana kita dalam mengekspresikan sikap kita tersebut dalam kata, sikap, dan perbuatan.
Semua kejadian yang dialami dalam hidup. Hakikatnya adalah netral adanya. Kejadian itu Menjadi punya makna secara emosional. Itu karena kita sendirilah yang memaknainya.
Kejadian sederhana, bisa kita anggap luar biasa. Dan kejadian luar biasa, bisa kita anggap sederhana. Itu sepenuhnya tergantung dari bagaimana kita dalam memaknai dan merespon hal itu,
Sekedar contoh untuk memudahkan anda memahami hal ini..
"Ada yang merasa Luar Biasa dengan Aksi Petugas Medis yang menjadi Garda Terdepan dalam menghadapi Wabah Corona, namun banyak juga yang menganggap hal itu biasa-biasa saja. Kejadiannya tetaplah sama, namun persepsi manusia bisa berbeda. Nah, itulah persepsi dan makna..."
Yang jelas, jika kita senantiasa bersikap biasa saja atas segala anugrah Allah yang hadir dalam hidup ini. Maka, nasib kita juga akan biasa-biasa saja untuk seterusnya.
Tapi, jika kita mensikapi setiap kejadian dengan penuh takjub akan kebesaran ilahi yang hadir di dalamnya, dan merasa Luar Biasa. Maka, kehidupan kita akan semakin dipenuhi keajaiban yang membuat hidup kita makin luar biasa.
Dan semua itu dimulai, dari bagaimana kita merespon setiap kejadian yang dialami dalam hidup dan kehidupan kita dalam setiap harinya.
Jika kita dapat memaknai setiap kejadian dengan Makna-makna yang memberdayakan diri, maka hidup kita akan semakin bermakna.
Hikmah & Makna Kehidupan akan dapat ditemukan jika kita mau ikhlas dan menyadari proses hidup yang kita alami. #SadarProses
Bagaimana kita mengeksplorasi Meaning (Makna), membuat kita mampu menikmati dan menghidupkan setiap moment dalam hidup.
Rasakan hadirnya Kuasa Tuhan yang terlibat dalam aktifitas kita. Atau rasakan suatu daya kuasa dari alam semesta yang saat ini memberi daya & energi pada diri anda dan pada apa yang sedang anda lakukan.
SIBGHOTULLAH
Pencerahan & Kesadaran Spiritual itu tidak perlu dicari-cari, karena orgasm spiritual yang betul, itu hakikatnya merupakan Sibghotullah, Celupan ilahi yang merupakan suatu bentuk dari Respon otomatis dari Allah ketika kita betul dalam mempraktekkan zikrullah.
Sebagaimana firman-Nya: "Fadzkuruni Adzkurkum, Wasy-Kuruli Wa La Takfurun"; artinya: "Maka berdzikirlah (ingatlah) kalian kepada-Ku, maka Aku pun akan mengingat kalian, dan bersyukurlah kepada.-Ku, dan jangan mengingkari —nikmat--Ku. (Surah Al-Baqarah:152).
Zikir yang benar itu bukan sekedar menyebut secara lisan, tetapi merasakan betul kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Zikir yang disertai oleh Rasa Hadir... inilah zikir yang betul..
Sebagaimana kita mengingat nama orang yang kita sayangi, tentu bukan hanya sekedar nama yang terucap di lisan ataupun di hati, tetapi wajahnya, bau wanginya, gaya bicaranya, dll. Semua itu akan hadir di dalam ruang batin kita. Seolah-olah dia hadir di dekat kita..
Seperti itulah Zikrullah yang dsertai oleh rasa Hadir...
Dan ketika kita sudah merasakan kehadiran Tuhan di dalam setiap tarikan nafas dan di setiap langkah kita dalam kehidupan sehari-hari.. Maka Respon Tuhan yaitu "Adzkurkum" akan terjadi. bagaikan Gayung bersambut.. bagaikan Cinta yang berbalas.. dan di saat itulah kita akan mengalami kondisi yang disebut PENCERAHAN SPIRITUAL.
Sibghotullah, jiwa kita tercelup oleh hadirnya energi Cahaya ilahi... Tersentuh oleh Cinta Kasih ilahi..
Dan untuk mendapatkan Sibghotullah ini, tidak diperlukan Latihan spiritual tingkat tinggi, tidak harus bertapa di Hutan. dll...
Tetapi cukup, hadirkan dan libatkan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.. sadari betul hadirnya Tuhan di dalam diri dan kehidupan kita.. yang kalau dalam istilah sufi di sebut KHALWAT DARANJUMAN, Berkekalan di dalam zikrullah, Topo Ngrame, mengingat Allah dimanapun kita berada. baik saat sendiri maupun saat di tengah khalayak ramai orang.
Saat pandangan batin kita sudah terlatih melihat melampaui apa yang tampak oleh mata, yaitu dengan menyadari bawa hakikatnya ada campur tangan Allah di dalam setiap kejadian hidup kita... Maka di saat itulah, kesadaran spiritual kita akan semakin naik dan semakin naik dengan sendirinya..
Dan pada akhirnya, Pencerahan & Kesadaran spiritual itu memang tidak perlu dicari-cari... Karena akhirnya semua itu, sudah menjadi bagian dari keseharian kita... Kita merasakan betul, bahwa ALLAH WUJUD DI DALAM KEHIDUPAN KITA.
Tugas Lesson 10, KunQi Awareness
1. Lakukan praktek Inti Jagat Awareness.
2. Laporkan Kesan hasil latihan anda.
Pustaka Referensi
Di bawah ini, sebuah tulisan untuk memperkaya wawasan & pengetahuan sahabat Praktisi KunQi Spirit yang saya ambilkan dari status FB mas Arief RH. (Link : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2510268872422492&id=292530484196353)
THE SECRET OF "JEDA" - MENYIBAK RAHASIA RUANG KOSONG (SPACE).
Kali ini, saya akan membahas rahasia di balik jeda. Ya, jeda. Apa sih jeda? Oke kita gak kebanyakan teori. Saya minta anda membaca dua paragraph berikut dengan sungguh-sungguh. Baca dulu paragraph pertama. Setelah selesai baru baca paragraph kedua. Supaya hasil yang akan kita bahas lebih optimal. Sekarang, silahkan membaca paragrap pertama :
Paragraph 1 :
Padatahun1982sebuahperistiwayangluarbiasaterjadi.DiUniversitasParis,sebuahtimpenelitiyangdipimpinolehfisikawanAlainAspectmelakukanapayangmungkinberubahmenjadisalahsatueksperimenyangpalingpentingdiabadke20.Andamungkinbelummendengartentanghalitu.KecualiAndamemilikikebiasaanmembacajurnalilmiahAndamungkinpernahmendengarnamaAlainAspectmeskipunadabeberapaorangyangpercayapenemuannyadapatmengubahwajahilmupengetahuan.Aspectdantimnyamenemukanbahwadalamkondisitertentupartikelsubatomik,sepertielektron,mampuberkomunikasidenganseketikasatusamalaintanpatergantungpadajarakyangmemisahkanmereka.Tidakpeduliapakahmerekahanyaterpisah10kakiatau10miliarmil.Entahbagaimanasetiappartikelselalumengetahuiapayangdilakukanpartikellainnya.MasalahdenganpresentasiiniadalahbahwahalitumelanggarprinsipEinsteinyangtelahlamadiakuibahwatidakadakomunikasidapatberjalanlebihcepatdaripadakecepatancahaya.Karenaperjalananlebihcepatdarikecepatancahayainiberartimenembusdindingwaktu,makaprospekyangmenghebohkaniniakanmenyebabkanbeberapailmuwanfisikamencobamenyangkaltemuanAspect.Tapipenemuanitutelahmengilhamioranglainuntukbahkanmenawarkanpenjelasanyanglebihradikal.
Sudah selesai membaca paragraph 1? Jika sudah baru boleh membaca paragraph kedua … Silahkan …
Paragraph 2 :
Pada tahun 1982 sebuah peristiwa yang luar biasa terjadi. Di Universitas Paris, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh fisikawan Alain Aspect melakukan apa yang mungkin berubah menjadi salah satu eksperimen yang paling penting di abad ke-20. Anda mungkin belum mendengar tentang hal itu. Kecuali Anda memiliki kebiasaan membaca jurnal ilmiah Anda mungkin pernah mendengar nama Alain Aspect, meskipun ada beberapa orang yang percaya penemuannya dapat mengubah wajah ilmu pengetahuan. Aspect dan timnya menemukan bahwa dalam kondisi tertentu partikel subatomik, seperti elektron, mampu berkomunikasi dengan seketika satu sama lain tanpa tergantung pada jarak yang memisahkan mereka. Tidak peduli apakah mereka hanya terpisah 10 kaki atau 10 miliar mil. Entah bagaimana setiap partikel selalu mengetahui apa yang dilakukan partikel lainnya. Masalah dengan presentasi ini adalah bahwa hal itu melanggar prinsip Einstein yang telah lama diakui bahwa tidak ada komunikasi dapat berjalan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Karena perjalanan lebih cepat dari kecepatan cahaya ini berarti menembus dinding waktu, maka prospek yang menghebohkan ini akan menyebabkan beberapa ilmuwan fisika mencoba menyangkal temuan Aspect. Tapi penemuan itu telah mengilhami orang lain untuk bahkan menawarkan penjelasan yang lebih radikal.
Nah sekarang, apa yang anda rasakan, saat membaca paragraph 1 dan apa yang anda rasakan saat membaca parapgraph 2?
Setelah membaca dua paragraph di atas, saya yakin sebagian besar dari anda, mumet bin pusing membaca paragraph 1 dan lebih enak membaca paragraph 2. Padahal teksnya sama persis.
Mengapa?
Bedanya hanya satu kok. Paragraph pertama, TIDAK ADA SPASI dan paragraph 2 ada SPASInya.
Nah SPASI itulah yang namanya JEDA. JEDA memang hanya semacam RUANG KOSONG namun SANGAT BERMANFAAT BUKAN? Lalu apa kaitannya dengan rahasia dalam kehidupan?
Begini. Bila dalam hidup kita tidak pernah meluangkan waktu untuk mengakses JEDA, maka sama saja kita dalam hidup seperti membaca tulisan terus menerus TANPA SPASI. Akibatnya jelas kelelahan mental dan fisik. STRESS !! Anda MEMIKIRKAN TERUS masalah anda, anda MEMIKIRKAN TERUS impian dan target anda, itu beberapa contoh HIDUP TANPA JEDA. Kalau mau contoh lain yang sederhana, ini misalnya. Silahkan anda tatap sebuah benda TERUS MENERUS TANPA BERKEDIP. Apa yang terjadi? Saya jamin, lama-lama mata anda akan terasa perih. BERKEDIP itulah contoh JEDA. Keberadaan KEDIP inilah, yang MENYEHATKAN MATA. JEDA dalam BERPIKIR, akan MENYEHATKAN JIWA.
Nah bagi anda yang muslim, itulah sebabnya ada sholat 5 waktu. Apa tujuannya? JEDA !! Ya anda diminta mengistirahatkan sejenak JIWA dan RAGA anda, minimal 5 kali dalam sehari. Lalu, mengapa banyak muslim yang udah sholat tetap stress? Karena saat sholat tetep aja MIKIR. Tidak MELEPASKAN SEJENAK, alias tidak memberi JEDA bagi dirinya. Akhirnya sholat cuman olah fisik raga doank. Ada lagi kekonyolan yang saya lihat. Yaitu saat melakukan sholat MENGABAIKAN yang namanya TUMAKNINAH. Yaitu BERHENTI SEJENAK alias JEDA. Itulah sebabnya, kadang saya malas sholat berjamaah di masjid, karena seringnya si imam sholat mengabaikan JEDA ini.
Padahal, justru TUMAKNINAH inilah kita bisa mengakses keadaan MEDITATIF dalam sholat. Saat itulah, kita bisa MELEPASKAN. Niy saya ngomong apa adanya, mudah-mudahan para imam sholat yang baca ini tidak tersinggung. Sholat itu kuncinya di TUMAKNINAH!. Dan bagi saya, TUMAKNINAH ini SANGAT WAJIB. Jadi saya jika memang waktunya sempit, saya mendingan baca surat pendek tapi TUMAKNINAHnya LAMA. Dan yang sering terjadi di banyak sholat jamaah, baca suratnya panjang tapi TIDAK ADA TUMAKNINAHnya. Wajar saja, sholat tidak berdampak apapun dalam kehidupan nyata. Udah rajin sholat, masih saja stress dan kacau dalam mengelola emosi dan pikiran. O ya mohon maaf bagi yang non muslim, saya jadi membahas sholat di sini karena ini yang saya tahu. Saya yakin ada ritual tertentu dalam agama dan kepercayaan anda yang fungsinya memberi JEDA itu. Silahkan anda sesuaikan penjelasan saya ini, dengan konteks keyakinan dalam kehidupan anda.
Sekarang ijinkan saya bertanya.
Apakah SPASI itu MEMISAHKAN antar KATA?
Sebagian besar dari anda mungkin akan menjawab YA! Soalnya di dalam pelatihan, ketika saya mengajukan pertanyaan tersebut, jawaban peserta mayoritas demikian. Namun, saya memiliki cara pandang, bahwa SPASI itu TIDAK MEMISAHKAN antar KATA. Justru SPASI itu MENGHUBUNGKAN antar KATA!
Ya, SPASI BUKAN MEMISAHKAN, TAPI MENGHUBUNGKAN.
Mengapa saya memandang demikian? Karena pada hakikatnya, semua hal yang ada di alam semesta ini SATU KESATUAN TIDAK TERPISAHKAN.
Dimana letak ILUSI KETERPISAHAN itu?
Ya adanya RUANG KOSONG antar sesuatu. Itu yang bisa MENJEBAK kita untuk menguak hakikat kehidupan ini. Antara SAYA dan ANDA memang ADA RUANG KOSONG. Tapi RUANG KOSONG itu lah yang SESUNGGUHNYA MENGHUBUNGKAN ANDA, SAYA dan SEMUANYA! Selat sunda, tidak memisahkan pulau Jawa dan pulau Sumatra. Selat sunda, menghubungkan pulau Jawa dan pulau Sumatra. Begitu memahaminya.
Jadi, jika kita ingin TERHUBUNG KE SEGALA SESUATU, maka AKSESLAH “RUANG KOSONG” itu.
Caranya?
Ya JEDA itu. TUMAKNINAH itu !!
Saat kita masuk keadaan JEDA, kita TERHUBUNG.
Bila saat itu kita memiliki persoalan, maka dengan terhubung ke segala sesuatu, maka akan cepat mendapatkan solusinya dan menjadi realita. Jika kita enggan melakukan JEDA, alias enggan masuk ke “zona kekosongan” ini maka segala persoalan cenderung kita tanggung sendirian. Dan kenyataannya, Tuhan memberikan JAWABAN DO’A lewat makhluk. Lalu apa yang terjadi, jika kita tidak mau terhubung ke semuanya? Ya jadi lambat datangnya jawaban permasalahan kita. Hidup kita mengalami stuck.
Seorang ilmuwan kondang bernama GREGG BRADEN, menulis sebuah buku yang best seller berjudul “THE DIVINE MATRIX ; BRIDGING TIME, SPACE, MIRACLES AND BELIEF”.
Dari buku itu saya menyimpulkan bahwa, RUANG KOSONG itu sesungguhnya BUKAN RUANG KOSONG. Ada sesuatu di situ yang MENJEMBATANI (bridging) segala sesuatu, sehingga bisa terjadi komunikasi secara INSTANT yang MELAMPAUI KECEPATAN CAHAYA.
Saya kira, ini sangat nyambung dengan ungkapan BIKSU TONG SAM CHONG DALAM SERIAL KERA SAKTI SUN GO KONG, “KOSONG ADALAH ISI, ISI ADALAH KOSONG”.
Itu bukan omong kosong, kalimat itu adalah benar adanya dan merupakan rahasia hidup yang harus kita renungkan baik-baik.
Jadi, soal JEDA ini sangat sangat mbahnya serius. Sekarang hayo cek ke masing-masing. Apa yang terus menerus kita pikirkan dan belum kita beri jeda? Dan saya pastikan sesuatu yang anda “pegang terus menerus” itu semakin hari semakin membebani jiwa namun tak kunjung hadir solusinya.
STOP dulu !!!
Lupakan sejenak.
Beri JEDA !!!
Lalu bagaimana kita tahu kita sudah saatnya JEDA atau belum?
Jangan khawatir, manusia ini didesain Tuhan dengan sangat sempurna. Semuanya sudah ada. Dan dalam hal ini TUBUH kita itu sebagai INDIKATORnya.
Jika tubuh sudah mulai TIDAK NYAMAN karena sesuatu hal yang kita pikirkan maka itu TANDA atau SINYAL bahwa kita harus STOP !! Jika dipaksa terus maka bisa DUARRR !!! BURN OUT !!!
Tubuh kita ini jujur, apa adanya. Mulut kita bisa berdusta bahwa kita sudah makan namun perut kita akan “berkata” apa adanya. Mulut kita bisa berdusta bahwa kita tidak mencuri tapi jantung kita akan “berkata” apa adanya.
Oleh karenanya sekali lagi, AMATI APA YANG TERJADI DENGAN TUBUH ANDA, itu pedomannya. Lalu bagaimana lagi agar lebih mudah untuk mengamati TUBUH ini?
Dan di sini kita mulai nyangkut ke soal PERASAAN alias EMOSI. Sinyal dari tubuh itu, menjelma dalam bentuk EMOSI atau PERASAAN. Jadi pengertiannya, PERASAAN adalah REAKSI BIOKIMIA TUBUH terhadap PIKIRAN. Saat anda memikirkan sebuah masalah terus menerus terjadi reaksi kimia dalam tubuh. Dan itu akan dirasakan sebagai CEMAS, KHAWATIR, TAKUT atau apapun. Yang gejala fisiknya mungkin otot sangat tegang, keringat dingin, jantung berdetak cepat dan sebagainya. Jika sudah begini, maka bagi anda yang muslim, segera ambil air wudlu dan sholat dengan TUMAKNINAH. Atau apapun yang penting ayo segera beri JEDA !!!
SEMBUH TUMBUH AMPUH